Viewers

Rabu, 02 Juni 2021

Review : Tidak Ada New York Hari Ini - M Aan Mansyur


Puisi        : M Aan Mansyur

Foto         : Mo Riza

Penerbit : Gramedia Pustaka


Siapa sih yang gak tau film Ada Apa Dengan Cinta? Yep film fenomenal ini berhasil mengambil perhatian penonton lewat kisah asmara antara Cinta dan Rangga. Nah, kali ini aku akan bahas buku yang berkaitan dengan film ini, yang berjudul Tidak Ada New York Hari Ini

Buku ini terinspirasi dari film AADC. Didalamnya terdapat 31 puisi yang diciptakan oleh M Aan Mansyur, juga dilengkapi ilustrasi gambar yang berlatar belakang di New York. 

Puisi-puisi ini menggambarkan perasaan Rangga terhadap Cinta selama ia berada di New York. Cinta, Rindu dan Sunyi. Mungkin tiga hal itu yang ingin disampaikan. 

Buat para pecinta puisi, buku ini bakal bikin kamu sendu banget deh. Apalagi.. kalau punya pengalaman serupa dengan kisah cinta Rangga hehe. 

Bahasa Baru, adalah salah satu judul yang menurutku paling ngena banget. 

" Di bawah langit yang sama, ada dunia berbeda.

Jarak yang membentang di antaranya menciptakan bahasa baru untuk kita. Tiap kata yang kau ucapkan selalu berarti kapan. Tiap kata yang aku kecupkan melulu berarti akan. "

Dalem banget kan huhu. Tentunya masih banyak lagi kata-kata yang bikin hati jadi tersentuh.

Yuk dibaca! 


Rabu, 17 Juni 2020

ULASAN FILM : JAGAD X CODE




#ulasfilmkemdikbud

Film ini bercerita tentang persahabatan tiga pemuda pengangguran yang selalu bersama yaitu Jagad (Ringgo Agus Rahman), Bayu (Mario Irwiensyah) dan Gareng (Opi Bahtiar). Diawal scene kita disuguhkan dengan suasana aktivitas warga pinggiran kali Code, Yogyakarta. Di sana lah tempat mereka tinggal. Jagad yang selalu membantu Ibunya (Ully Artha) sebagai tukang cuci, memiliki impian membelikan sebuah mesin cuci agar Ibunya tak kelelahan, Bayu yang gemar membaca baru saja dipecat dari bengkel karna kelalaiannya, dan Gareng hanya mengandalkan Adiknya yang bekerja disebuah salon.

Suatu hari mereka tak sengaja bertemu dengan Semsar (Tyo Pakusadewo), ia sedang makan di sisi jalan. Semua permasalahan pun dimulai. Semsar menyuruh Jagad, Bayu dan Gareng merebut sebuah flashdisk dari tas seorang wanita bernama Dhita (Feby Febiola) dengan imbalan sebesar tiga puluh juta rupiah. Semsar memberikan foto wanita tersebut. Awalnya mereka ragu, tetapi dengan penuh pertimbangan mereka pun menyetujuinya.

Kesenjangan teknologi membuat mereka kebingungan karena tak pernah melihat benda bernama flashdisk. Tiap orang yang mereka tanya pun tidak mengetahuinya. Lalu tiba lah mereka beraksi, Dhita muncul didepan mata. Mereka mendekatinya perlahan, Dhita yang sibuk bernegosiasi dengan pedagang tak sadar tasnya raib dibawa mereka. Setelah mengetahui tasnya hilang dan melihat tiga kawanan itu, ia berteriak kecopetan. Orang-orang disekeliling pun mengejar mereka.

Setelah aman dari kejaran warga, mereka mengeluarkan isi tas tersebut. Mereka menerka-nerka flashdisk yang dimaksud Semsar bermerk Ladies.  Mereka mengira benda itu lah yang diinginkan oleh Semsar. Jagad, Bayu dan Gareng pun ingin segera bertemu dengannya. Namun kesialan menimpa mereka. Benda tersebut dicuri seorang gadis yang mengidap kleptomania, Regina (Tika Putri). Disisi lain, Regina adalah putri seorang pengusaha kaya raya, ia tak pernah mendapatkan kasih sayang sang Ayah (Ray Sahetapy) lantaran sibuk dengan pekerjaannya.

 

Di film ini banyak terjadi adegan saling kejar mengejar memperebutkan sebuah flashdisk. Padahal Jagad, Bayu, Gareng serta Regina tak mengetahui alasan mengapa Semsar dan bosnya sangat ingin memiliki benda itu. Rupanya sang sutradara menginginkan para penontonnya meduga-duga. Plot twist, itu lah yang dapat menggambarkan akhir film ini.

Konflik yang terjadi di film pun ini sangat dekat dengan kehidupan nyata. Banyak hal yang dapat dipetik dari film ini, diantaranya perilaku Jagad, Bayu dan Gareng melakukan tindakan kejahatan bukan lah jati diri mereka. Mereka memiliki impian yang mengharuskannya melakukan hal tersebut. Sejatinya segala sesuatu yang kita inginkan harus diwujudkan dengan cara yang benar.

Disamping perilaku 'terpaksa', mereka masih memiliki norma kesopanan yang dapat dipegang teguh. Seperti pada saat adegan mengejar Regina, mereka melewati perkampungan lalu muncul dua pria berpakaian Surjan. Mereka menyempatkan diri untuk berhenti sejenak dan merasa segan sambil berkata “Nuwun Sewu, Pak”.

Regina yang selalu merasa sendiri dan kesepian sehingga kesehatan mentalnya terganggu. Padahal ia sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang sang Ayah.

Jagad akan membelikan Ibunya sebuah mesin cuci. Mendengar hal tersebut Ibunya sangat senang, namun ia berpesan hasil uang itu bukan lah dari uang haram. Jagad dan kawan-kawannya pun tersadar akan hal itu.

Pada dasarnya mereka berperangai baik tetapi terpengaruhi oleh lingkungan sekitar. Lingkungan yang akan membentuk kepribadian, oleh sebab itu memfilter hal-hal yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain perlu diterapkan.


Senin, 14 Januari 2019

REVIEW FILM : 200 POUNDS BEAUTY


Sutradara         : Kim Yong-hwa
Produser          : Park Mu-seung
                          Won Dong-yeon
                          Bang Chu-sung
Penulis             : Kim Yong-hwa                    
Pemain             : Kim Ah-joong (Hanna/Jenny)
                          Joo Jin-mo (Han Sang-jun)
                          Kim Hyun-sook (Park Jung-min)
                          Im Hyun-sik (Hanna’s father)
                          Lee Han-wi (Plastic surgeon)
                          Ji Seo-yun (Ammy)
Sinematografi : Park Hyun-cheol
Produksi          : REALies Pictures
                          KM Cultures
Tayang             : 5 November 2006
Durasi              : 120 Menit
Negara             : Korea Selatan
Bahasa             : Korea








            200 Pounds Beauty menceritakan seorang wanita bertubuh obesitas bernama Hanna (Kim Ah-joong) yang berprofesi sebagai  penyanyi lip syncs dari seorang penyanyi terkenal Amy (Ji Seo-yun) dan memiliki pekerjaan sampingan sebagai wanita phone sex dengan seorang dokter bedah plastik. Ia tertarik dengan manajer artis, Han Sang-jun (Joo Jin-mo) yang memiliki wajah tampan dan disukai juga oleh artisnya.  Hampir setiap hari Hanna memikirkan Han Sang-jun. Ia terobsesi ingin memilikinya. Namun, ia sadar dengan kekurangan yang ia miliki. Hanna pun hanya memendam perasaannya sendiri. Bagai gayung  bersambut, perlakuan Han Sang-jun kepada Hanna sedikit lebih berbeda. Hanna berpikir, pria itu juga menyukai dirinya karena selalu bersikap manis kepadanya.

            Pada suatu hari, Han Sang-jun berulang tahun lalu mengundang Hanna. Sehari sebelumnya ada sebua kiriman paket di rumah Hanna dan ternyata paket itu berisi gaun berwarna merah maroon. Hanna pun memakainya dihari ulang tahun Han Sang-jun. Han Sang-jun pun mengajaknya duduk disebelah dirinya. Beberapa menit kemudian, sang artis Amy datang. Hanna terkejut ketika melihat gaun yang dipakai Amy persis dengan gaun yang dipakainya. Hanna pun meninggalkan pesta dan berlari ke toilet. Disamping isaknya, Hanna mendengar percakapan dua orang antara laki-laki dan wanita. Ia sangat mengenal suara itu, yaitu suara Amy dan Han Sang-jun. Disitulah Hanna tahu semua kebenaran yang ada. Ternyata selama ini Han Sang-jun bersikap manis kepadanya hanya ingin memanfaatkannya saja dan ditambah lagi dengan Amy yang sangat tidak menyukai dirinya. Hanna pun kecewa pada mereka dan memutuskan untuk menghilang.

            Hanna depresi dengan keadaan yang diterimanya. Ia juga sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Namun semua pikiran negatifnya hilang lantaran ia ingat seorang pria yang berperan sebagai partner phone sexnya yaitu, seorang dokter bedah plastik. Ia pun menghubungi pria tersebut dan mendatanginya. Ia meminta dokter itu agar ingin membantu mengoperasi dirinya. Awalnya sang dokter sangat menolak keras, namun Hanna memberikan sedikit ancaman kepadanya. Bila dokter tersebut menolak permintaannya, maka ia berjanji akan mengungkapkan semua kejadian yang pernah terjadi diantara mereka. Akhirnya, dokter itu pun setuju untuk membuat Hanna menjadi kurus dan cantik. Operasi pun dilakukan.

            Hari demi hari setelah operasi, Hanna harus menjalani beberapa pemulihan disekujur tubuh dan wajahnya. Hingga saat hari dimana perban yang berada di wajah Hanna pun dibuka dihadapan dokter dan beberapa suster. Perban tersebut dibuka dengan perlahan. Lalu, betapa terkejutnya Hanna ketika ia melihat wajahnya di depan kaca. Sangat cantik. Dokter dan para suster pun memuji kecantikan Hanna yang sangat alami seperti tidak dioperasi. Hanna pun sangat bahagia dengan dirinya yang baru. 


#MORAL VALUE
-          Don’t judge someone by its cover!
-          Bersyukur atas pemberian Tuhan
-          Harus bisa menghargai perasaan orang lain
-          Jaga apapun yang kita miliki


#QUOTES
-          Manusia hanya berencana, Tuhanlah yang menentukan. Kita manusia hanya bisa apa yang kita sanggup lakukan.


#MY REACTION
            Hmm, film ini relate banget sih sama perempuan hehe. Khususnya (maaf) untuk perempuan yang memiliki tubuh yang berisi. Terkadang memang gak pede. Scene awal jadi kayak oh iya gue juga sempet ngerasain nih gimana rasanya dibully gendut :’) dan di pertengahan scene mulai berasa takjub melihat perubahan Hanna yang menjadi kurus gitu. Cantik parah! Ada juga hal-hal yang gue kurang suka sama Hanna ketika penampilannya berubah. Dia jadi lupa orang-orang terdekatnya, kayak kacang lupa kulitnya gitu. Disitulah mungkin yang  nonton bakal greget. Emosi jadi campur aduk banget. Puncaknya di last scene, sukses banget bikin mata jadi sembab :’(


#SEDIKIT SPOILER

1. Ini dia, Kang Hanna. Biar gini-gini suaranya bagus banget lho.




2. Pria yang sangat digilai oleh Hanna, Han Sang-jun.



3. Ammy, sang superstaaaarr!



4. Wah Han Sang-jun marah kenapa nih?




5. Siap-siap matanya sembab ya gaes L








Sekian untuk review film kali ini. Semoga dari review diatas bisa bikin kalian penasaran sama filmnya! 
A review makes you wanna watch. So, don’t spoil it too much!
Happy watching movie lovers!



Kamis, 10 Januari 2019

REVIEW FILM : A MOMENT TO REMEMBER


Sutradara         : John H.Lee
Produser          : Cha Seung-Jae
Penulis             : John H.Lee
                           Kim Young-ha
Pemain             : Jung Woo-sung (Choi Chul-soo)
                           Son Ye-jin (Kim Su-jin)
                           Baek Jong-hak (Seo Yeong-min)
                           Lee Sun-jin (Jung An-Na)
                           Park Sang-gyu (Mr.Kim)
                           Kim Hie-ryeong (Mother)
                           Seon Ji-hyun (Jeong-eun)
                           Kim Bu-seon (Madam Oh)
Sinematografi  : Lee Jun-gyu
Tayang             : 5 November 2004
Durasi              : 144 Menit
Negara             : Korea Selatan
Bahasa             : Korea





             A Moment to Remember adalah film bergenre drama romantis yang di sutradarai oleh Jong H. Lee dan dibintangi oleh Jung Woo-sung, Son Ye-jin, dan Baek Jong-hak. Film ini berkisah tentang pasangan muda yang berbeda latar belakang dari segi keluarga, lingkungan maupun pendidikan. Kim Su-jin (Son Ye-jin) merupakan anak seorang kontraktor kaya dipertemukan tak sengaja disebuah minimarket dengan Choi Chul-soo (Jung Woo-sung)  seorang tukang batu yang bekerja di tempat Ayah Kim Su-Jin. Mereka dipertemukan kembali ketika Kim Su-Jin mampir menemani  Ayahnya untuk melihat proyek yang sedang dikerjakan. Singkat cerita, akhirnya mereka saling jatuh cinta. Perjalanan cinta mereka tidak lah mudah mengingat latar belakang yang mereka miliki sangat berbeda. Namun, Kim Su-Jin terus menerus meyakinkan Choi Chul-Soo bahwa mereka akan menikah.


       Pada suatu hari ketika mereka sedang makan malam berdua disebuah restauran, tanpa sepengetahuan Choi Chul-Soo, Kim Su-Jin membawa anggota keluarganya. Ayahnya sangat terkejut ketika mengetahui seseorang yang disukai putrinya adalah seorang karyawannya sendiri yang terkenal sangat tempramental. Pada awalnya Ayahnya sangat tidak setuju, tetapi ketika melihat ketulusan cinta Choi Chul-Soo, hatinya pun luluh dan mengizinkan mereka untuk menikahi.

            Mereka pun memulai kehidupan baru sebagai suami istri, keduanya saling mendukung satu sama lain, melalui usaha dan kerja kerasnya Choi Chul-Soo pun menjadi seorang Arsitek handal. Hari demi hari mereka lewati bersama dengan kebahagiaan. Hal-hal yang tidak pernah diketahui Kim Su-Jin pun mulai terungkap, yaitu tentang keberadaan Ibu Choi Chul-Soo yang ternyata masih hidup. Pada suatu malam, Kim Su-Jin menemukan sebuah kertas yang berisikan surat penyitaan rumah, ia sempat mencari tahu keberadaan rumah tersebut. Beberapa hari kemudian, Choi Chul-Soo mengetahuinya dan sangat marah besar kepadanya. 

           Pada suatu hari, Kim Su-Jin sedang berkumpul dengan teman-temannya di sebuah kafe. Disela-sela pembicaraan ia memberitahu mereka bahwa akhir-akhir ini dirinya sering lupa arah jalan pulang, namun temannya hanya menanggapi dengan sebuah lelucon. Beberapa hari kemudian, Kim Su-Jin menemui seorang dokter saraf. Berbagai rangkaian test ia jalani hingga akhirnya doker tersebut mendiagnosa bahw Kim Su-Jin memiliki penyakit Alzhaimer langka karena faktor keturunan. Kehidupan Kim Su-Jin pun berubah drastis. Mental ia kian menurun dan ingatan memorinya pun perlahan memudar. Choi Chul-Soo yang  baru mengetahui penyakit istrinya merasa tertekan dan takut akan kehilangan Kim Su-Jin. Berbagai cara ia lakukan agar istrinya selalu mengingat memori mereka berdua, namun sayangnya kondisi Kim Su-Jin kian memburuk. Ia hanya mengingat kenangan masa lalunya bersama mantan pacar yang merupakan atasannya di kantor. Hati Choi Chul-Soo  pun hancur, namun ia tetap berusaha sekeras mungkin agar Kim Su-Jin dapat mengingatnya kembali.




#MORAL VALUE

Banyak banget pesan moral yang ada di film ini dan sangat dekat sama kehidupan sehari-hari. Pesan moralnya antara lain : 
- Jangan memandang seseorang dari penampilan karena kamu belum tau kepribadiannya seperti apa.
 Ketika dua orang saling mencintai harus menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing dan berjuang bersama.
- Bahagia itu dibentuk dari diri kita sendiri, bukan dari orang lain.
- Tetap semangat dan berusaha memperjuangkan seseorang yang kita cintai.
- Sejauh apapun jodoh, ketika Tuhan mengizinkan untuk bertemu maka ruang dan waktu tak lagi berarti.

#QUOTES

- Memaafkan adalah memberi ruang kecil ke dalam hatimu
- Tak ada kebahagiaan selamanya
- Aku akan mengingat semuanya untukmu
- Kau terlalu percaya diri, hidup bisa sangat kejam



#MY REACTION

            Hmm.. awal nonton ini sih ya biasa aja. Masih terus mengikuti alur ceritanya hehe. Pertama kali liat Choi Chul-Soo langsung terpesona gitu. Sampe dipertengahan film bikin senyum-senyum sendiri ngeliat mereka romantis banget. Selama nonton selalu nebak akhir ceritanya kayak begini begitu, eh ternyata semua dugaan salah :’D
          Semakin ke menit terakhir semakin terharu dan sempet nangis juga hehe. Feel-nya dapet banget ke penonton. Pokoknya akting mereka semua yang terlibat di film ini dari awal ampe akhir patut diacungi jempol! Oh btw, dibawah ini ada beberapa cuplikan film tersebut, sedikit spoiler hehe.


1. Nih, tatapan Choi Chul-Soo ketika melihat Kim Su-Jin. Bikin meleleh hehe.



2. Gak heran dong, kalo Choi Chul-Soo jatuh hati sama Kim Su-Jin. Senyumnya manis banget!



3. Serius ya mereka! Kira-kira lagi bahas apa nih



4. Tegang banget bang, kek lagi sidang skripsi :D



5. Hmm :’)


6. Selalu so sweet :)



7. Oppa! Don’t cry! L



8. Lagi dikasih motivasi nih guys. Kira-kira Choi Chul-Soo bakal ketemu sama Kim Su-Jin lagi gak ya nanti? 



Yup! Sekian review film A Moment to Remember. Buat yang penasaran akhir cerita cinta mereka seperti apa, langsung nonton aja biar lebih greget ! :D
A review makes you wanna watch. So, don’t spoil it too much!
Happy watching movie lovers!

Kamis, 24 Agustus 2017

Aku Ingin - Sapardi Djoko Damono






AKU INGIN
Karya : Sapardi Djoko Damono

Aku ingin mencintai dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu.

Aku ingin mencintai dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada.



                Ini postingan pertama saya tentang puisi. Saya ingin mencoba ‘mengorek’ lebih dalam tentang puisi-puisi yang pernah saya baca. Btw, apa sih puisi itu ? apakah hanya serangkaian kata-kata yang  indah ? atau hanya sebuah bentuk ekspresi yang dituangkan ke dalam tulisan ? hmm.. sampai saat ini pun makna puisi itu sendiri tidak dapat di artikan secara tepat karena penyair atau pun pembaca memiliki pandangan yang berbeda dalam menyikapi arti kata puisi itu sendiri.

          Puisi diatas adalah salah satu puisi favoritku. Puisi ini lah yang pertama kali membuat saya jatuh hati dan berlanjut untuk membaca puisi-puisi yang lainnya hingga saat ini. Postingan pertama untuk puisi yang pertama dibaca. Mungkin itu kalimat yang cocok untuk menggambarkan postingan ini.

          Baiklah, langsung saja kita mulai ‘korek-korek’ puisinya. Namun sebelumnya, perlu diingat bahwa setiap orang memiliki cara untuk mengapresiasi sebuah karya, begitu pun dengan saya yang akan mengapresiasi puisi tersebut menurut interpretasi saya sendiri. Jadi, jika ada yang berbeda pendapat dengan makna yang akan saya jabarkan, tidak apa-apa. Bahkan mungkin interpretasi yang saya ungkapkan berbeda dengan penyairnya langsung, karena puisi itu berkaitan dengan perasaan. Beda orang, beda rasa.


          Puisi diatas terdiri dari dua bait. Dengan masing-masing bait berisi tiga larik. Mengenai judulnya “Aku Ingin” menunjukan sebuah rasa ingin memiliki sesuatu yang terpendam.

          Larik pertama “Aku ingin mencintaimu dengan sederhana”, penyair seperti menginginkan seseorang menjadi miliknya dengan mencintainya apa adanya, tanpa dibuat-buat dan tanpa syarat. Disusul dengan kalimat “dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.” Kalimat tersebut seolah menunjukkan bahwa penyair ingin mengungkapkan perasaannya namun terhalan oleh sesuatu. Kalau di ‘korek’ secara kata seperti “kayu” dan “api” sangat lah dekat. Kayu tidak akan menjadi abu jika tidak ada perantara api. Ibaratnya sang penyair itu kayu, sedangkan orang yang dicintainya itu api. Penyair mencoba mengungkapkannya namun ketika ia berdekatan dengan orang yang ia sukai, seolah sulit untuk mengungkapkan rasa itu sendiri.

          Pada bait kedua ditegas kan kembali “Aku ingin mencintaimu dengan sederhana” seolah kali ini penyair benar-benar akan mengungkapkannya. Lalu disusul dengan kalimat “dengan isyarat yang tak sempat disampaikan kayu kepada hujan yang menjadikannya tiada.” Kalimat ini seolah menunjukkan penyair pada saat itu juga akan mengutarakan perasaannya. Namun karena orang yang dicintainya sudah memiliki tambatan hati, ia pun sudah terlambat memberitahu perasaannya pada orang yang ia cintai.


          Yup! Itu lah hasil interpretasi saya. Semoga bermanfaat dan nantikan ‘korek-korek’ puisi selanjutnya ya! 

Sabtu, 01 Juli 2017

RASUK - RISA SARASWATI


Judul                :  Rasuk
Penulis             :  Risa Saraswati
Bahasa             :  Indonesia
Penyunting      :  Syafial Rustama & Funny D.R.W
Penerbit           :  Bukune
Kota Terbit      :  Jakarta
Tebal buku      :  332 halaman; 14x20cm
Genre              :  Horror
ISBN               :  978-602-220-166-3
           
            Risa Saraswati ini salah satu penulis bergenre horror kesukaanku hehe. Semua cerita yang ia berikan menggunakan bahasa yang enak buat dibaca. Makanya gak heran, setiap baca novel buatannya selalu nagih dibaca ampe habis  hari itu juga. Nah, bagi para pencinta novel horror, mungkin novel berjudul 'Rasuk' ini bisa dimasukkan ke dalam daftar bacaan kamu. Alur ceritanya sangat jelas jadi bisa membuat pembaca ikut membayangkan dirinya berada dalam cerita ini. 


REVIEW STORY

            Novel Rasuk ini menceritakan tentang seorang gadis bernama Langgir Janaka yang bergaya tomboy. Ia selalu merasa  hidupnya tak bahagia lantaran Ibunya yang biasa ia panggil Ambu selalu menyalahkan dirinya atas kematian suaminya. Padahal sebenarnya Langgir pun tak ingin itu terjadi karena ia sangat dekat dengan Ayahnya. Abah, begitu sapaannya selalu bisa membuat dirinya nyaman. Mereka selalu menghabiskan waktu berdua untuk mendaki gunung. Namun suatu hari saat hari kenaikan kelas tiba, Abah Langgir mengalami kecelakaan motor saat menuju ke sekolah Langgir. Hal itulah yang lantas membuat Langgir menjadi bulan-bulanan Ambunya.

            Di sisi lain, Langgir memiliki tiga sahabat yang sangat menyayanginya, Langgir pun sebaliknya. Namun Langgir  tetap merasa iri dengan kehidupan ketiga sahabatnya itu. Langgir melihat ketiga sahabatnya memiliki kebahagiaan yang sempurna. Sekar Tanjung yang diangkat menjadi anak orang kaya berumah bak istana dan selalu mendapat perhatian penuh dari orang tua asuhnya. Lintang Kasih, pun tak kalah kaya dan bergelimang harta. Lintang selalu berpergian ke luar negeri bersama Ayahnya. Dan Fransisca Inggrid si cantik blasteran Jerman yang selalu mendapat perhatian dari para pria yang melihatnya. Bagi Langgir ini tidaklah adil. Ia pun selalu mengutuk hidupnya dan berpikir Tuhan tak sayang padanya!

            Hingga suatu hari mereka berempat pergi berlibur ke suatu tempat yang bernama 'Karma Rajani'. Konon tempat ini sangat mistis. Awalnya Langgir menolak karena tidak tertarik sama sekali dengan tempat itu. Pertengkaran dengan Ambunya lah yang membuat dirinya mengubah keputusan untuk ikut bersama ketiga sahabatnya.

             Hari itu pun tiba, mereka berempat pergi ke tempat itu. Langgir berharap dengan pergi ke sana dapat menenangkan pikirannya dari semua masalah yang ia miliki. Namun harapan Langgir sirna, justru ia merasa sangat kecewa dengan salah satu sahabatnya, Fransisca Inggrid dengan menggerutu bahwa Langgir hanya membuat suasana liburan tak menyenangkan lantaran Langgir tak ingin bercerita perihal masalah yang  melandanya dan marah jika ditanya tentang itu. Langgir yang mendengarkan dari balik pintu pun tersulut emosi lalu bergegas memasukkan baju miliknya ke dalam ransel. Langgir menendang pintu dan pergi begitu saja tanpa berpamitan dengan ketiga sahabatnya. Inggrid yang mengetahui hal ini, merasa bersalah atas ucapannya tersebut.
  
            Langgir terus berlari tanpa tujuan. Ia tak tahu harus kemana. Sejauh kaki melangkah ternyata ia masuk ke dalam hutan. Tiba-tiba tanpa sepengetahuannya, ia terpelosok ke dalam lubang. Langgir pun meminta tolong. Kemudian datanglah seorang lelaki paruh baya yang melihatnya di dalam lubang itu.  Langgir memintanya untuk menolong dirinya namun lelaki itu hanya menatapnya dengan kosong lalu ia pergi. Langgir sangat kecewa dengannya. Tak lama kemudian lelaki itu datang kembali. Langgir mengira dia akan menolongnya namun apa yang dilakukan lelaki itu ? Lelaki itu melempari Langgir dengan banyak kalajengking dan bekata "Makanlah hahaha". Langgir tak mengerti maksud si lelaki itu. Kalajengking itu pun menggigit Langgir hingga tak sadarkan diri.

            Setelah tertidur cukup lama, Langgir membuka matanya. Ia sudah berada di rumah sakit. Dilihat disampingnya ada Sekar Tanjung, lalu Langgir bertanya "Aku ada dimana ?"
            "Kamu ada di rumah sakit, Lintang" jawab Sekar.
            Langgir tak mengerti mengapa Sekar memanggilnya dengan nama Lintang. Ia merasa ada yang tidak beres. Langgir merasa badannya agak aneh. Setelah ia berkaca, ternyata tubuhnya yang sekarang bukanlah tubuh Langgir. Dia merasuki tubuh Lintang. Bagaimana bisa ? Ia pun mencari tahu mengapa ini bisa terjadi.

            Langgir menjalani hidupnya sebagai Lintang. Ini kesempatannya untuk merasakan hidup mewah dan bahagia ala Lintang. Selama bersahabat dengan Lintang, Langgir dan yang lainnya tak pernah diizinkan untuk memasuki kamar Lintang. Ini merupakan kesempatan emas untuk mengetahui isi kamar Lintang. Langgir membayangkan dikamar tersebut berisi barang-barang mewah yang selalu dibelinya di luar negeri. Namun diluar dugaan ketika Langgir memasuki kamar Lintang, ternyata berisi ruangan yang diubah persis seperti rumah sakit. Lintang yang mempunyai penyakit kelainan jantung harus mendekam dikamar seperti ini. Langgir pun menyadari, selama ini Lintang sering berpergian ke luar negeri bukan untuk berlibur melainkan untuk mencari pendonor jantung yang bersedia memberi jantungnya untuk melanjutkan hidupnya. Langgir pun tak pernah menyangka akan hal ini.

            Dalam cerita ini, tak hanya tubuh Lintang yang dirasuki oleh roh Langgir. Sekar Tanjung, Fransisca Inggrid, Isabella Sanchez (adik Inggrid), Borneo (adik Langgir), bahkan pembantu yang mengasuh Borneo pun dirasuki. Bukan tanpa sebab, ada sesuatu yang harus Langgir ketahui dibalik 'Kebahagiaan' orang-orang yang Langgir irikan hingga ia seharusnya mensyukuri hidupnya sendiri. Mungkin ini cara Tuhan untuk menegur Langgir.

Namun, apakah Langgir akan kembali pada tubuhnya seperti semula ? buat kamu yang penasaran dengan lanjutan ceritanya, yuk dibaca! :)



Minggu, 05 Maret 2017

THE HAPPY PRINCE - OSCAR WILDE


Judul              : The Happy Prince
Penulis           : Oscar Wilde
Bahasa           : Inggris
Penyunting    : Nina Andiana
Penerbit         : Gramedia Pustaka Utama
Kota Terbit    : Jakarta
Tebal buku    : 136 halaman; 18 cm
Jenis              : Fiksi
ISBN             : 9786020335636

          The Happy Prince and Other Tales merupakan kumpulan cerpen yang dibuat oleh Oscar Wilde dan dipublikasikan pertama kali pada bulan Mei 1888. Di dalam buku ini ada lima cerpen yaitu The Happy Prince, The Nightingale and the Rose, The Selfish Giant, The Devoted Friend, and The Remarkable Rocket.
          Aku akan mereview ceritanya satu persatu. Cerita yang pertama yaitu The Happy Prince, sesuai dengan judulnya. Btw, cerita ini sangat menyentuh hatiku :") selama baca ceritanya, gak kerasa netesin air mata. Entahlah, begitu banyak pesan yang tersirat didalamnya.

          Ohiya fyi nih, buku ini berbahasa Inggris. Sengaja beli biar sekalian melatih bahasa Inggrisku hehe.

REVIEW STORY :

          The Happy Prince menceritakan sebuah patung Pangeran Bahagia dan seekor Burung Layang yang ditinggal teman-temannya saat pergi ke Mesir. Dahulu, Pangeran Bahagia hidup dalam sebuah istana berdinding tinggi. Ia tak pernah tahu keadaan diluar sana. Ia hanya menghabiskan waktu di taman istana dengan teman-temannya. Pangeran Bahagia, itulah julukan yang diberikan padanya. Hidupnya selalu diberikan kebahagiaan.

          Waktu pun berlalu, Pangeran Bahagia pun meninggal dunia. Ia diabadikan menjadi sebuah patung yang sangat tinggi dikotanya. Patung Pangeran Bahagia terbuat dari lapisan emas murni, matanya dari batu safir, gagang pedangnya diberi sebuah batu merah delima namun hatinya terbuat dari timah.
Suatu malam, ada seekor Burung Layang yang berteduh dibawah kakinya. Pada malam itu juga patung Pangeran Bahagia meneteskan air mata. Burung Layang pun menyadarinya dan berbicara padanya. Pangeran Bahagia pun menceritakan keburukan dan penderitaan kotanya.

          Ia menceritakan disebuah gang kecil ada sebuah rumah kumuh yang didalamnya terdapat seorang penjahit wanita dan anak laki-lakinya yang sedang sakit. Anak itu menginginkan buah jeruk namun Ibunya tak memiliki apapun untuk diberikan padanya.
          Kemudian sang Pangeran meminta Burung Layang mengambil batu merah delima yang berada di gagang pedangnya. Awalnya Burung Layang itu menolak, namun Pangeran terus membujuknya dan ia pun akhirnya memenuhi perintahnya.

          Burung Layang mengambil batu merah delima itu dan segera terbang ke rumah kumuh untuk memberikan batu merah delimanya pada penjahit wanita.
Burung Layang kembali pada Pangeran Bahagia dan pamit pergi ke Mesir untuk menyusul teman-temannya. Namun Pangeran Bahagia menahannya dan meminta dirinya untuk tinggal satu hari lagi dengannya. Burung Layang pun menuruti permintaanya.   

          Pangeran Bahagia bercerita bahwa diseberang kota sana ada sebuah loteng dan didalamnya terdapat seorang pemuda tertidur dengan ditutupi kertas dan disampingnya ada seikat bunga violet layu. Ia sedang menyelesaikan skenario sebuah teater. Pemuda itu terlihat sangat lelah.

          Pangeran Bahagia meminta Burung Layang untuk mencopot salah satu matanya. Burung Layang pun mentaati permintaannya. Ia mencopot salah satu mata Pangeran Bahagia yang terbuat dari batu safir. Lalu Burung Layang pergi ke loteng anak muda itu dan meletakkan batu safir itu di atas bunga violet layunya.
Pemuda itu pun terbangun dan terkejut melihatnya. Ia menganggap batu itu dari seorang penggemar rahasianya dan merasa sangat dihargai. Ia pun menjadi semangat untuk menyelesaikan pekerjaannya.
         
          Kemudian Burung Layang pamit kembali untuk pergi ke Mesir dan Pangeran Bahagia pun memintanya untuk tinggal sehari lagi. Burung Layang mematuhinya. Lalu Pangeran Bahagia bercerita bahwa ada seorang gadis kecil yang berjualan korek api di alun-alun kota. Namun semua korek apinya terjatuh ke dalam selokan. Gadis itu pun menangis karena jika ia tak membawa uang ke rumahnya, Ayahnya akan memukulnya. Pangeran Bahagia meminta Burung Layang untuk mencopot matanya lagi agar dapat diberikan pada gadis kecil itu. Burung Layang menolaknya. Jika ia melakukan itu, Pangeran Bahagia akan menjadi buta. Pangeran bahagia terus meminta Burung Layang melakukannya. Burung Layang pun mentaatinya. Ia mencopot mata Pangeran Bahagia dan terbang melesat ke gadis kecil itu dan meletakkan batu safir itu pada telapak tangannya. Gadis kecil itu pun terlihat bahagia dan pulang ke rumahnya.

          Burung Layang kembali pada Pangeran Bahagia. Sang Pangeran bertanya padanya tentang kepergiannya ke Mesir. Pangeran telah mengizinkannya pergi namun Burung Layang menolaknya karena Pangeran Bahagia telah buta dan ia akan tetap menemaninya. Burung Layang menceritakan apa yang ia lihat selama terbang jauh. Cerita-ceritanya sangat mengagumkan. Mendengar cerita Burung Layang, Pangeran Bahagia menyuruhnya untuk mengelilingi kota agar ia dapat melihat apa yang terjadi di kota itu. Burung Layang pun mengikuti perintahnya. Ia terbang mengelilingi kota dan melihat keadaan kota itu dari kejauhan.
Saat ia terbang, ia melihat dua anak laki-laki sedang terbaring di bawah jembatan. Mereka saling berdekapan agar tetap hangat. Mereka tampak kelaparan. Kemudian ada seorang penjaga mengusir mereka.

          Burung Layang kembali pada Pangeran Bahagia dan menceritakan apa yang telah ia lihat. Kemudian Pangeran Bahagia memintanya agar memberikan balutan emas murni yang melapisi dirinya. Burung Layang pun melaksanakannya dan memberikan emas murni itu pada anak-anak kecil yang kelaparan. Anak-anak itu pun bahagia karena dapat membeli sebuah makanan.

          Musim dingin tiba. Burung Layang merasa sangat kedinginan. Ia mencoba menghangatkan dirinya dalam rempah-rempah yang ia ambil dari rumah seorang tukang roti. Burung Layang terbang ke pundak Pangeran Bahagia dan berkata bahwa ia akan segera pergi. Pangeran Bahagia pun senang karena Burung Layang akan pergi ke Mesir. Tetapi kepergian yang dimaksud Burung Layang bukanlah ke Mesir melainkan ia akan pergi untuk selama-lamanya.

          Burung Layang meminta izin Pangeran untuk mengecup tangannya. Namun Pangeran menginginkan Burung Layang mengecup dibibirnya. Burung Layang pun mengecupnya dan berkata bahwa ia sangat menyayanginya. Pangeran Bahagia pun mengatakan hal yang sama. Setelah itu Burung Layang terjatuh dan tergeletak di kaki Pangeran Bahagia. Burung Layang itu telah mati.

          Cuaca pun bertambah dingin. Tak lama kemudian, terdengar retakan dari dalam patung Pangeran Bahagia. Setelah ditelusuri, bunyi itu berasal dari hati Pangeran Bahagia yang terbuat dari timah.


UNSUR-UNSUR INTRINSIK :

1. Tema (Theme):

Cerita The Happy Prince menceritakan tentang kehidupan sosial yang terjadi di kota besar.

2. Tokoh (Character):

Primer :
Pangeran Bahagia, Burung Layang

Sekunder :
Dewan kota, Walikota, Ahli Matematika, seorang Ibu, anak-anak sosialis, Alang-alang, teman-teman Burung Layang, Ahli Ilmu Burung, wanita penjahit, anak laki-laki yang sakit, seorang pemuda, gadis kecil, sepasang kekasih, seorang penjaga, dua anak laki-laki jalanan, pengawas kerja, Ahli Seni, God dan Angels.

3. Penokohan (Characteristic) :

Protagonis :
Pangeran Bahagia, Burung Layang, wanita penjahit, anak laki-laki yang sakit, seorang pemuda, gadis kecil, dua anak laki-laki jalanan, God dan Angels.

Antagonis :
Dewan kota, Walikota, Alang-alang, teman-teman Burung Layang, seorang penjaga, pengawas kerja, Ahli Seni.

Tritagonis :
Seorang Ibu, anak-anak sosialis, seorang lelaki, Ahli Ilmu Burung, Ahli Matematika, sepasang kekasih.

4. Latar Cerita (Setting) :

Tempat (place) :
Kota, istana, sungai, pelabuhan, alun-alun, rumah kumuh, loteng, bawah jembatan, jalan raya, perapian.

Waktu (time) :
Musim semi, musim panas, musim dingin.

5.Alur (Plot) :

Cerita ini menggunakan alur maju dengan menceritakan Pangeran Bahagia yang pernah hidup lalu meninggal dan diabadikan menjadi sebuah patung.

6. Sudut Pandang (Point of View):

Cerita ini menggunakan sudut pandang orang ketiga dengan menyebutkan nama tokoh.

7. Amanat (Messages):

- Berbagilah kebahagiaan pada semua orang
- Tak semua harapan sebanding dengan kenyataan
- Tidak boleh bersifat angkuh

Kelebihan (Advantages):
Cerita ini memberikan pesan yang sangat dalam tentang berbagi sesama manusia tanpa memandang status.

Kekurangan (Disadvantages):
Kata-kata yang digunakan terkadang tidak dapat dipahami.

Kesimpulan (Summary):
Cerita ini sangat bagus untuk dibaca oleh setiap kalangan. Dari cerita ini kita dapat mengambil pesan untuk diaplikasikan dalam hidup sehari-hari.

Quotes :
- "I will stay with you always" (Aku akan selalu bersamamu) - Burung Layang. hal. 17
- "You tell me of marvellous things, but more marvellous than anything is the suffering of men and women. There is no Mystery so great as Misery." (Kau menceritakanku hal-hal yang mengagumkan, tapi lebih manggumkan dari semuanya  adalah orang-orang yang berusaha bertahan untuk hidup. Tidak ada misteri sebesar penderitaan) - Pangeran Bahagia. hal. 18